Cowok Impian Cowok

Cowok Impian Cowok

boyngirl

Beberapa waktu yang lalu saya ketemu dengan teman lama di sebuah café. Percakapan pun bergulir dengan sendirinya. Terutama masalah percintaan #uhuk *benerinsarung* *eh*

Temen saya ini selalu saja punya kisah percintaan yang mengejutkan. Seperti saat ini, ia sedang hanyut dalam kegalauan yang cukup akut. Jomblo? Nope! Ia punya seseorang kekasih,, namun sedang menaruh hati dengan rekan kerja. Ditambah pernyataan cinta dari seorang gadis dan mantan yang pengen balikan. #Riweh.

Yup, dia berada di antara empat gadis yang cantik-cantik semua. Kalau boleh jujur, semua cowok (kalau emang jujur ya) bakal ngembat semua tuh. Tapi ya balik lagi, punya nyali ndak? *ngikik* Satu aja ndak habis apa lagi empat?

Temenku ini sih emang punya tampang yang cukup unyu. Ya… tipe cowok idaman lah. Terlebih dengan karirnya yang di usia belum tiga puluh sudah jadi manager. Tapi tidak menjadikannya mata keranjang. Hanya bimbang memilih yang mana. Saya hanya bisa menyarankan untuk tetap dengan pacarnya yang sekarang. Toh gak ada masalah juga kok, kenapa mesti putus. Dan anggap aja yang lain hanya sebuah cobaan. Eeheem…

Percakapan kami pun terpaksa usai karena saya harus kembali memberantas kejahatan ketikka malam *bawaraketnyamuk*

Jika teman ini saya ini amat sangat gampang dapat pacar, di suatu eh banyak tempat masih bejibun yang susah dapat pacar *dikeprukramerame*

Cowok idaman itu digandrungi banyak cewek. Idaman cowok pengen digandrungi banyak cewek. Kamu yang mana?

Citilink Menang Penghargaan The Budgies and Travel Awards

Citilink Menang Penghargaan The Budgies and Travel Awards

Selamat ya buat Citilink, maskapai dalam negeri yang oke punya
Apa sih The Budgies and Travel award ini. The Budgies and Travel Awards adalah ajang penghargaan tahunan yang diberikan bagi para pemimpin, inovator, divisi kreatif dan para perintis dalam industri penerbangan Low Cost Carrier (LCC) yaitu, industri penerbangan berbiaya rendah di seluruh Asia Pasifik. Penghargaan ini ditujukan sebagai bentuk apresiasi baik kepada perorangan, tim dan juga perusahaan maskapai penerbangan yang telah menunjukkan performa untuk mencapai kesuksesan dalam industri Low Cost Carrier (LCC) saat ini.

Sejak Agustus 2011, Citilink telah memulai strategi peremajaan merek dagang (brand rejuvenation) dengan tujuan meningkatkan citra dan pelayanan prima kelas dunia, sehingga bisa menjadi salah satu maskapai penerbangan terkemuka di Indonesia. Rupanya, kerja keras Citilink ini berbuah manis, terbukti dengan berbagai penghargaan yang diraih setelah melakukan peremajaan merek dagang itu.

Di ajang The Budgies and Travel Award 2012, Citilink menjadi finalis untuk tiga kategori yaitu Best Overall Marketing Campaign, Best Print Advertisemen, dan Best Social Media. Pengumuman pemenang The Budgies and Travel Awards 2012 dilakukan 9 Februari 2012 lalu di Marina Bay Sand, Singapore yang diadakan bersamaan dengan Low Cost Airlines World Conference yang diadakan di tempat yang sama pada 8-10 Februari 2012 melalui mekanisme polling dan juga melalui penilaian komite penghargaan yang terdiri dari para pakar industri penerbangan.

Sebelumnya, citilink juga mendapatkan award sebagai Indonesia Leading Low Cost Airlines 2011/2012 dari Indonesia Tour & Tourism Award (ITTA) yang dipilih oleh publik secara online pada 11 November 2011 lalu.

Senengnya denger prestasi yang diraih sama Citilink ini, apalagi sekelas Asia-Pasifik. Selamat ya sekali lagi buat Citilink, makan-makannya kapan nih

Jodoh gak bakal kemana kok

Jodoh gak bakal kemana kok

love

 

“Kamu lihat pulpenku, ndak?” | “Pulpen kok dicari, jodoh tuh cari” | #KemudianBrantem

Percakapan seperti ini cukup sering terdengar. Kalau ndak ya “Jodoh”, “Hati”, atau “Galau”.  Terlebih di ranah kicau. Bahkan sampai ada yang mencitrakan dirinya sebagai Penggalau atau Galau-ers Sejati :) )

 

Saya pun cukup sering menggunakan kebanyolan semacam ini. Seru sih. Tapi lama-lama kok jadi kronis? Gak usah jodoh lah, nyari pacar aja dulu. Apa iya sesusah itu? Atau jangan-jangan memang udah nyaman dengan “Kesendirian” lalu mencitrakannya dengan sedikit bumbu humor satir?

Terlebih di tanggalan sekarang, 14 February. Dimana dunia berbondong-bondong merayakannya dengan slogan Hari Kasih Sayang, lalu kaum Jomblo merasa sedikit (mungkin lho ya) miris karena gak ada yang bisa diajak kencan. Yaudahlah ya, gak bakal sesedih itu kok. Toh masih punya temen-temen (kalau gak punya temen ya klewatan ya) atau setidaknya keluarga. Lagi pun, jodoh juga gak bakal kemana. Paling cuma kelewat aja *dikuprukspatu*

Seorang teman pernah bilang: “Kalau bidadari hatimu ndak datang jua, maka ada 2 hal yang perlu kamu perhatikan. Muka dan dompet!” Hahahahaha

Udah ah, sekian lama ndak nulis. Akhirnya nulis juga meski tulisan iseng . Sekarang mau ceting dulu ama gebetan :D

Selamat hari kasih sayang, temans :)

 

 

Kilas Balik Dasawarsa Ketiga

Kilas Balik Dasawarsa Ketiga

20120122-000345.jpg

Tak semua dari kita bisa mengetahui apa yang kita inginkan dan kita butuhkan dengan seketika. Butuh sebuah proses atau pembuangan waktu yang tak percuma.

Bagi saya, satu dasawarsa tlah saya lenyapkan hanya untuk mengetahui apa yang saya inginkan dan sekaligus apa yang saya butuhkan.

Terlunta-lunta, tenggelam dalam ambisi idealisme semu atau mimpi mengejar bayangan. Pernah berjalan lurus tanpa menoleh kiri dan kanan, lalu melenceng hingga hilang ingatan.

Bagi saya, tiap dasawarsa adalah pintu kehidupan. Lahir dan menyapa, mencari dan mengenali, terpatri lalu menyepi.

Saya, telah melewati pintu kehidupan ketiga. Tlah saya puaskan hidup saya dengan apa yang selama ini hanya bisa saya duga.

Kini saatnya saya menjadi diri sendiri. Berjalan di tapak yang saya inginkan. Dan doakan saya selamat sampai tujuan.

Selamat ulang tahun, saya

-Novelyzius-

BNI Citilink TravellingCard

BNI Citilink TravellingCard

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) dan Citilink Garuda telah menjalin kerjasama penerbitan Kartu Kredit BNI Private Label dalam bentuk travelling card yang diperuntukkan bagi para travel agent dalam melakukan transaksi pembelian e-ticket secara online. Selain untuk transaksi pembelian e-ticket, para travel agent pemegang kartu ini juga mendapat manfaat, antara lain membantu cash flow management, memiliki manajemen reporting yang lebih rapi karena semua transaksi akan tercatat di lembar penagihan, dan bunga yang ringan.

Dalam kesempatan ini, BNI dan Citilink Garuda kembali melakukan sosialisasi produk Travelling Card yang telah di-enhanced dengan skim baru. Menurut Grace Pong Samma, VP Marketing BNI Card Center, kerjasama ini merupakan komitmen BNI dalam memberikan nilai tambah bagi para travel agent Citilink melalui kemudahan dalam melakukan transaksi pembelian tiket pesawat Citilink. Selain itu, kerjasama ini juga merupakan bentuk sinergi bisnis antara BNI dengan Citilink Garuda dan juga peningkatan kualitas layanan kepada customer.

Bagi BNI, penerbitan travelling card ini merupakan bentuk pengembangan bisnis e-commerce dan menjadi salah satu strategi penetrasi pasar untuk segment Commercial Card.

Nah kalo udah begini yang diuntungkan siapa nih? Semuanya dong ya, terutama untuk kepuasan costumernya Citilink macam kita semua ini ;)

SUMBER:
http://bni.co.id/BeritaBNI/SiaranPers/tabid/246/articleType/ArticleView/articleId/384/BNI-dan-Citilink-Garuda-Sosialisasikan-BNI-Citilink-Travelling-Card.aspx

6 is Amazing!

6 is Amazing!

Menapaki jalan cinta takkan pernah mudah.

Bukan hanya riak, liku, dan rintangan nan kan menghalangi,

namun tabur bunga pun mampu mempesona dan memabukkan.

Sempat melenakan… Sesat sesaat.

Masih jelas di ingatku pertama kita menjalin asa ini.

Kuncupmu belum ranum penuh.

Kau slalu bernaung di balik bayang dan menapaki bekas jejakku.

Tapi tidak kini.

Anggun langkahmu terayun di sampingku.

Kukuh genggammu tegarkan aku.

Putaran waktu kita tlah berkisar enam kali.

Kau mekar sempurna.

Entah berapa kali kurebahkan bebanku di pangkumu.

Bukti aku takkan selamanya tegar. Jika tak ada kau di aku.

Satu-satu mimpi kita tlah terwujud. Hingga nanti, saat semua tlah sempurna.

Kita kan menyatu utuh.

Happy anniversary, hun. 6 is Amazing!

[Im]Perfect?!

[Im]Perfect?!

imperfect

Saat kita mencintai seseorang, acapkali mata kepala dan hati sebegitu betahnya terpejam. Ya, cinta memang membutakan. Lalu bagaimana ketika kita yang dicintai? Mungkin bahkan teramat sering kita berlaku sesempurna mungkin. Tampil dengan dandanan terbaik, prilaku nan menawan dan tutur bahasa bak priyayi. Lalu apakah akan berjalan sama seiring waktu? Lambat laun siapa diri kita sesungguhnya akan hadir ke permukaan. Tentu saja sejuta salut buat insan yang bisa tetap tampil menawan sepanjang waktu. Sekilas, seperti ada “topeng” yang slalu dikenakan, dan bersembunyi di balik kenyataan.  Jika tak ingin dibilang munafik, jujur dan apa adanya adalah jalan terbaik.

Sepasang sejoli menapaki cintanya yang panjang. Riak liku dan berduri telah mereka lalui. Bahkan di saat salah seorang diantara mereka tersilang hati. Runtuh remuk redam cinta mereka terburai. Namun atas nama cinta, kepingan hati itu dirakit kembali. Selalu ada kesempatan kedua.

Waktu berjalan pelan, namun hilang tanpa diduga. Jejak kelam telah hilang ditelan ribuan malam. Pengabdian cinta diperjuangkan. Hanya ada satu tujuan, Bahagia. Semua berjalan sempurna. Satu persatu impian terwujud. Hanya menunggu waktu.

Hingga percakapan itu terlahir,

“Benar, kamu milih aku buat jadi pendamping kamu?” Tanya si pecinta yang pernah tersakiti.

“Dengan apa yang telah aku lakuin selama ini kamu masih mempertanyakan hal ini? Kamu, mempertanyakan perihal keraguanku? Ya, aku pernah bersalah. Menyakitimu. Pernah. Bukan, Masih! Maaf, jika semua ini masih belum cukup untukmu. Pertanyaanmu bukan untukku, tapi untuk dirimu, sendiri”

Dan diam…

Seberapa sempurnanya dirimu atau dirinya?

Tak akan pernah!

*ditulis di sela kerjaan yang menumpuk dan mata belum mau terpejam meski letih memagut raga*

Emas Untuk #GarudaMuda

Emas Untuk #GarudaMuda

Terkadang, susah untuk mengerti bahwa Nasionalisme tak hanya seluas lapangan bola. Meski demikian, ini adalah tunas baru akan rasa kebangsaan yang –mungkin—pernah hilang.

 

Malam ini, sekelompok anak muda dengan lambang Garuda di dadanya telah membuktikan bahwa kita masih BERSATU! Meski tak seindah harapan kita semua, bahwa kita belum bisa jadi pemenang. Tapi percayakah bahwa kita telah jadi juara? Setidaknya juara di sanubari kita masing-masing?

 

Kita masih butuh waktu untuk ditempa. Kualitas dan mental!. Mungkin saya bukan orang yang tepat untuk bicara teknis sepak bola, namun saya hanya mencurahkan apa yang saya rasa sebagai pecinta Timnas.

 

Kalah dalam pertandingan ini seharusnya tak menjadikan kita berjalan tertunduk. Punggung, dada dan dagu kita seharusnya tetap berdiri tegak. Anak muda ini telah memberikan yang terbaik dari apa yang mereka punya.

Egi, Tibo, Diego, Okto, dan rekan-rekan Timnas U23 lainnya, kalian telah memenangkan hati kami. Terima kasih telah berjuang untuk kami. Kalian #GarudaMuda kebanggaan kami semua. Tunas Nasionalisme ini akan makin tumbuh subur dan kokoh. Teruslah berjuang bersama kami. Kita tunjukkan pada dunia, bahwa Sang Garuda mampu mengepakkan sayap dan arungi langit semesta. Demi Indonesia! Demi Tanah Air dan Tumpah Darah ini! Demi Ibu Pertiwi! KI…TA…BI…SA…!!! MERDEKA!!!

Jakarta, Malam 21 November 2011

*terbit juga di www.novelyzius.com*

Con Korfiatis “PILOT” baru Citilink

Con Korfiatis “PILOT” baru Citilink

Apa yang terlintas ketika kita mendengar sebuah perusahaan telah berjalan selama 1 dekade?

Pastinya sebuah gambaran akan perusahaan yang pesat dan bisa dibilang cukup sukses. Dan bagaimana jika menggambarkan akan sebuah maskapai yang telah berkiprah selama itu? Seharusnya brand awareness telah tertanam di otak kita.

Tapi hal ini tidak pada anak perusahaan milik negera yang satu ini. Tak seperti induknya, Citilink tidak telalu terbang tinggi di angkasa Ibu Pertiwi. Bahkan nama Citilink sebagai maskapai masih samar-samar bagi kita. Tidak seperti kompetitornya, yang brand mereka sudah tertanam subur di benak kita.

10 tahun kiprah Citilink hanya melayani 8 rute nasional. Bahkan Citilink sempat menghentikan operasinya sejak 15 Januari 2008 untuk melakukan konsolidasi dan melanjutkan penerbangan pada kwartal I 2008 dengan “format dan layanan baru”. Menurut situs webnya (www.citilink.co.id) pada Agustus 2008, Citilink kembali melanjutkan penerbangan mulai September 2008.

Hal ini tentu saja menjadi perhatian khusus bagi Garuda. Dengan konsep “terbang dengan biaya rendah” seharusnya Citilink bisa merajai udara Nasional. Terlebih dengan manajemen yang didukung penuh oleh sang induk, GIA.

Menyadari akan potensinya, GIA pun membuat terobosan untuk Citilink. Salah satunya dengan merekrut Con Korfiatis.

Siapakah ia?

Con Korfiatis telah lalu lalang di dunia maskapai lebih dari 20 tahun dengan menyandang gelar Bachelor of Economics dari Universitas Monash, Melbourne, Australia. Terkahir ia menjabat sebagai  Chief Executive Officer Viva Macau maskapai berbiaya rendah yang berbasis di Macau. Sebelumnya, Korfiatis juga menjabat sebagai Head of Strategy at Qantas, Chief Executive Officer at Jetstar Asia Airways, Head of Strategy and Alliances at Qantas, Manager Global and Loyalty Marketing at Singapore Airlines, General Manager Indonesia at Ansett Australia and Air New Zealand, dan Commercial Director and Chief Financial Officer at Ansett.

Dari portfolio yang ia miliki, tentunya Con cukup mumpuni untuk mengemudikan arah terbang Citilink. Hal ini dapat dilihat dari sepak terjangnya yang cukup menarik. Salah satunya adalah pemanfaatan social media sebai saran promosi dan komunikasi.  Coba saja bergabung dengan fanpage Citilink dan follow akun twitternya @Citilink. Setiap hari segala pertanyaan pengguna jasa maskapai ini dilayani dengan baik dan benar. Bukan hanya promo saja, tapi segala keluhan selalu ditanggapi dengan baik.

Selain itu, Citilink kini telah menambah armada dengan mendatangkan AIRBUS A320 yang salah satunya telah mulai beroperasi ke beberapa rute. Bahkan Citilink berencana untuk spin off dari induknya Garuda tahun depan.

Con optimis, dekade yang akan datang, Citilink akan melayani dua kali lipat dari rute yang ada sekarang dan tentunya dengan didukung penuh dengan armada yang baik dan pelayanan yang baik pula.

So, berencana liburan kemana akhir tahun ini? :)

Kepak Sayap Besi Citilink

Kepak Sayap Besi Citilink

Ada berapa banyak maskapai domestik yang kita tahu? Top of mind kita tentu mengarah pada Garuda Indonesia Airways (GIA) lalu diiringi dengan penyebutan nama-nama maskapai seperti Batavia, Sriwijaya, dan lainnya. Tapi apakah kita tahu bahwa ada maskapai lokal dengan nama Citilink yang ternyata adalah anak perusahaan GIA?

Sejak diresmikannya pada tahun 2001, Citilink tidak menunjukkan performa yang signifikan. Bahkan 15 Januari 2008 Citilink sempat menghentikan operasinya hingga Agustus 2008 dan mulai terbang 1 bulan kemudian atau September 2008 dengan bentuk format dan layanan baru.

Berlindung di balik sayap Garuda selama ini mungkin menjadi salah satu faktor kurangnya perhatian masyarakat pada Citilink.  10 tahun berkiprah di dunia penerbangan maskapai ini baru membuka 8 rute domestic dengan mengandalkan 7 armada bukanlah prestasi yang bisa dibanggakan.

Mungkin hal inilah yang menjadikan Citilink memberanikan diri untuk tampil ke permukaan. Citilink mulai berbenah. Tampilan baru dengan new livery yang lebih segar, penambahan armada (Airbus A320), perekrutan cabin crew via facebook, lomba desain seragam pramugari, dan tentu saja promo yang gencar pun dilakukan. Bukan hanya itu saja, frekuensi penerbangan pun ditambah. Yakni untuk rute Surabaya – Banjarmasin, Jakarta – Batam dan Jakarta – Bali, masing-masing mendapatkan tambahan 7 jadwal dari sebelumnya.

Pelan namun pasti Citilink mulai mengepakkan sayapnya. Terlihat dari jumlah penyuka fanpage di facebook yang meningkat hingga 49.354 yang semula hanya beberapa ribu saja dan juga jumlah pengikut akun twitter @Citilink sebanyak 4.743 (3 bulan kebelakang tidak sampai 1.000 followers).

Lalu apakah kepak Citilink akan seperkasa induknya? Kita lihat saja