Menarilah dan terus menari


Lelah malam menemani,
Saatnya Bulan pulang ke peraduannya.
Aku masih saja bermain di pinggiran telaga mimpi.

Menarik titik menjadi garis lurus dikehidupan.
Untuk menjadi debu di cakrawala.
Tapi hanya berpijar dan padam.

Menarilah dan terus menari,
Tarian awan yang biasa kau mainkan.
Pernah ku persembahkan air satu lautan.
Lepas dahaga mu lepaslah,
Dan kau memilih air mataku.
Lepas dahaga mu lepaslah.

Malam pun semakin lelah.
Bulan jemu tak terbilang.
Menarilah dan terus menari.
Berpijar dan Padam.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s