Review film HOPE


Rabu, 10 November 2010

Malam itu sungguh beda. Ramai orang terlihat di garasi sebuah rumah pojok di jalan langsat 1. Itu adalah rumah Langsat. “Langsat itu opo?” Ah nanti saja saya cerita ya πŸ™‚

Para tetamu malam itu terlihat santai sambil menikmati hidangan kambing guling sambil ngopi atau ngeteh. Suasana dengan atmosfirnya yg hangat dan akrab. Semua membaur.
“Pada ngapain?” Hah! Banyak nanya nih 😦

Saya dan tetamu itu datang karena penasaran dan ajakan tentang sebuah film, judulnya HOPE. Hemm semacam konspirasi… Ya konspirasi untuk BANGUN.

HOPE! Adalah sebuah film dokumenter. Isinya simpel, kumpulan beberapa komentar masyarakat tentang negeri ini.

“Ah lebih enak jaman orla. Biar kata gua belom lahir tapi kata orang tua dulu enak, dari pada sekarang?!”

Itu salah satunya. Aneh memang, ngerasa enak padahal belum lahir dan pastinya ga ngerasain. Tapi yang pasti itu ungkapan jujur dari satu orang yang ingin merasakan yang terbaik dari bangsa ini.

Kemudian juga ada figur lain. 2 orang yang berbeda umur, beda generasi dan beda kubu. Mereka yang rela mati-matian demi kubu yang mereka junjung. Naif memang tapi itu pilihan yang mereka ambil.

Kemudian ada dari sisi kaum minoritas. Warga Tionghoa. Barongsai Ko Ha Hong. Disini banyak banget yg bisa dipelajari. Bagaimana mereka yang terbungkam selama 32 tahun, dilarang menyelenggarakan kebudayaan Tiongkok itu, Barongsai. Dan setelah dapat pengakuan mereka melejit. Datang ke pertandingan Barongsai di Cina dan merebut juara 1!
Wow! Tapi belum cukup 1 kata wow. Setelah dari Cina, Grup Barongsai Kong Ha Hong diundang untuk ikut bertanding Kejuaraan Barongsai Dunia di Genting Malaysia. Mereka meminta dukungan ke KONI, tapi apa? Jangankan sebuah dukungan, disambut pun tidak. Tapi Barongsai Kong Ha Hong tidak surut. Dengan tekad bulat mereka jabani Genting, dan ini baru WOW BANGET! Mereka menumbangkan juara dunia bertahan! Juara Dunia pun mereka raih. Ini salah satu bentuk perjuangan yang tangguh. Salut.

Kemudia yang tak kalah menarik adalah komper antara 2 anak muda yang sama-sam punya pengaruh terhadap anak muda lainnya di Indonesia. Mereka adalah Panji dan Otong Koil. Panji dari sisi optimis dan Otong Koil dari sisi pesimis. Meski berbeda pola pandang terhadap negeri ini, mereka berdua sama-sama memberi nilai positif.
Contoh, Panji, seperti yang kita tahu, menggetarkan hati kita dengan slogan KAMI TIDAK TAKUT nya terhadap teroris. Dan Otong dengan lirik lagunya INILAH BANGSA BODOH YANG SANGAT AKU BELA. Ironis bukan?! Meski tahu bahwa bangsa ini bodoh, tapi Otong tetap cinta dan ngebela mati-matian.

Itu adalah salah satu dari sekian banyak quote yang bisa diambil dari mereka berdua. Seperti Panji (dan kita semua saya rasa) yang meragukan motivasi mahasiswa sekarang yang bentar-bentar demo. “Mau ngapaian?” Kata Panji. “Ok, lo nanya apa yang udah presiden lakuin dalam masa kerja 100 hari pertama untuk negara? Ga fear donk klo lo juga ga ditanya? Sekarang apa yang udah lo lakuin buat negara dalam 100 hari pertama lo jadi mahasiswa?” Kata Panji lagi. Ungkapan gamblang Panji ini sangat menohok.

Kemudian ada beberapa dialog yang (juga) sangat saya suka.
“Kenapa negara ini banyak koruptor? Kenapa moral bangsa ini bejat? Dan kenapa kita ga maju-maju?” Jawabannya sederhana, “karna lo banyak nanya dan ga ngelakuin apa-apa!” Kembali saya tertegun. Kalau boleh jujur dan memang seharusnya kita jujur sih, kita eh saya deng, sering banget ngeluh dan protes trus nanya. Setelah itu apa? Paling banter kita cuma ngegerundel, ngomel-ngomel ga jelas. Lalu apa kelar permasalahnnya? Ga kan?!

Jelas sudah, dengan menonton film HOPE ini, kita bisa lebih SADAR (jika emang udah sadar?!). Bahwa keberlangsungan bangsa dan negeri ini ada di tangan para pemudanya. Seperti kata Soekarno “Beri aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncang dunia!”

Maka berhentilah berkeluh kesah, protes ga jelas apalagi ngedumel. Berbanggalah bahwa KITA CINTA INDONESIA! Dan lakukan sesuatu untuk INDONESIA!

Sebab anak muda itu ada 2 jenis,
1. Yang menuntut perubahan
2. Yang menciptakan perubahan

Dan saya berharap, KITA akan jadi emm maaf ralat, KITA jadi anak muda yang MENCIPTAKAN PERUBAHAN. Kalo pake kata “akan” mah “ntar-ntar”, kelamaan!

Ending scene:
“Kamu tau Nasionalisme ga?”
Anak SMU : “……”(Geleng-geleng)
“Udah belajar Nasionalisme?”
Kembali si anak smu itu diam sambil geleng-geleng. Kali berekspresi imut.
“Emmm… Kalo.. Kamu cinta Indonesia ga?”
Anak smu kaget laku kabur sambil malu-malu kucing “aaahh cinta..cinta..cinta..”
Penonton Langsat : “……….” (Tertawa miris)

Nb:
Film dokumentar ini dipersembahkan oleh Bogalakon pictures.
Disutradari @andibachtiar
Sponsored by XL

Follow my twitter : @Novelyzius

Advertisements

5 thoughts on “Review film HOPE

  1. Buat rilis di bioskop saya kurang ngerti. Tapi yang saya tau, sekarang rencananya bakal road show ke kampus dan sma. Klo mau ngundang juga bisa kok.
    Dan kalau emang mau ngundang bisa lewat saya, nanti saya bantu info ke sutradaranya (mas adhi).
    Dan nantinya juga bakal online, tapi saya belum dapat info yang jelas kapannya.
    Doakan aja biar cepat terlaksana. πŸ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s