PROVOKATOR OTAK KIRI


Agak sedikit serem ya?! PROVOKATOR!
Hahaha, ya emang begitu adanya. 🙂

Pastinya udah banyak yang tau dengan kata “Provokator” itu apa.
Kata provokator berasal dari kata provokasi. Kamus Besar Bahasa Indonesia (2008:1108) mengartikan provokasi sebagai perbuatan untuk membangkitkan kemarahan; tindakan menghasut; penghasutan; pancingan. Itu berarti bahwa provokator adalah pembangkit kemarahan, penghasut, dan pemancing.
Jadi terlihat, kata Provokator mempunyai konotasi yang negatif. Karena berujung pada kerusuhan, kemarahan.

Tapi menurutku, kata Provokator gak selamanya negatif. Tergantung situasi dan tujuannya itu sendiri. Hasil akhirnya yang harus dilihat. Sebab provokasi yang dihembuskan provokator hanyalah sebuah Pemicu, Trigger, hingga timbullah riak aksi.
Misal, jika di dalam sebuah kelompok pelajar terlihat lesu dan malas, kemudian ada seorang provokator yang memprovokasi agar kelompok itu belajar dan ternyata, mereka (kelompok itu) termakan “hasutan” tersebut dan menjadi giat belajar, maka hal yang demikian bisa disamakan dengan Provokator. Tapi tujuannya baik. Toh sama saja, tetap disebut Provokator.

Gak usah jauh-jauh juga deh, semacam acara yang diusung Pandji misalnya, Proactive Provoactive. Kata terakhir hasil kombinasi dari 2 kata, yakni; Provokator dan Active. Apakah itu terdengar negatif?! Kenyataannya adalah acara Pandji itu amat sangat POSITIF.(Udah ah promoin Pandji-nya. Ntar ge-er dia *LOL)

Ok, kita kembali ke judul.
PROVOKATOR OTAK KIRI
Slogan di atas bisa kamu temuin pada bio akun Twitter saya ( @Novelyzius follow ya *blushing) atau blog saya ini.
Pertanyaannya; “Kenapa dan apa maksudnya?”

Saya akan mencoba menjelaskan *benerin kacamata*

Umumnya orang mengenal otak manusia terbagi akan 2 bagian; KIRI dan KANAN. Otak KIRI diidentikkan denga kecerdasan analitik. Singkatnya, ilmu matematik, fisika, kimia dan konco-konconya nangkring di sini. Konon, para ilmuwan lebih dominan kerja pake otak kiri. Sedangkan otak KANAN yang ngurusin kreatifitas atau seni. Ketebak donk?! Para seniman bakal memonopoli bagian ini lebih banyak. Untuk lebih detailnya kamu bisa googling sendiri mengenai otak-otak ini 🙂

Lalu kenapa muncul slogan PROVOKATOR OTAK KIRI ini?
Biar keren aja. *Hlooh! *LOL :))
Maaf, Intermilan dikit eh Intermezo. :))

Slogan itu muncul saat saya menyadari ternyata saya lebih dominan menggunakan otak kanan saya. Bukan, saya bukan seniman 🙂 saya hanya orang yang suka melamun dan berkhayal (apa lagi saat meditasi di toilet…wooot??? Eeyyyyww). Dan saya berupaya untuk mengoptimalkan kinerja otak kiri saya (emang sih belum sepenuhnya optimal :p )
Lalu apa yang harus saya perbuat agar otak kiri saya bisa bekerja lebih baik? Maka salah satu (9 donk? :p) jawabannya adalah dibutuhkan pemicu, isu, atau provokasi. Maka saya, harus jadi provokator untuk otak kiri saya agar gak ketinggalan dari otak kanan saya.

Simpelnya adalah, agar saya bisa tetap waras. Nah, makin bingungkan?! Saya aja yang nulis bingung, apa lagi situ yang baca. :p

Disaat saya sedang menciptakan sebuah cerita, maka saya akan banyak berkhayal. Jika ini saya biarkan yang terjadi adalah cerita saya tidak menjadi logic, gak masuk akal, ngaco!
Kemudian saya memprovokasi otak kiri saya. Point-point apa yang dibutuhkan agar cerita saya menjadi masuk akal? Remeh temeh tumpah ruah inilah yang akan diperankan oleh otak kiri saya.

Bukan itu saja. Ada kalanya saya akan memprovokasi otak kiri saya saat ia bekerja terlalu aktif. Misal, ketika ia menganalisis yang berlebih mengenai jumlah uang yang dikorupsai bosnya Gayus jika Gayusnya aja bisa dapet duit sekian ratus juta US, atau statistik perkembangan produksi semut rang-rang di musim hujan, bahkan berapa banyak putaran yang dibutuhkan sebuah baling-baling hingga ia bisa mengangkat sebuah benda. Capek kan ngitungnya?! Di situlah provokasi saya mengambil peranan agar tidak berpikir lebih lanjut.

Lalu kenapa harus otak kiri? Kenapa bukan otak kanan?
Seperti yang saya jelaskan diatas, otak kanan saya jauh lebih stabil jika dibandingkan dengan kinerja otak kiri saya.

Jadi inti dari “PROVOKATOR OTAK KIRI” adalah?
“Keren aja!”
Hahahahaha *ROFL :))

Advertisements

One thought on “PROVOKATOR OTAK KIRI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s