UNFOLLOW AJA!


Hahahaha…maaf klo gue ngakak dulu sebelum ngoceh disini =))=))

Ehem..Baiklah, kita mulai.

Sebenarnya gue pengen nulis ini dari kemaren-kemaren. Tapi belum sempet aja, berhubung bentrok mulu jadwalnya. Nah sekarang Thanks God ada sedikit kelowongan, maka kita mulai perkocehan kita

Pastinya udah pada tau donk ya ama social media yang bernama Twitter?! Si burung biru ini seperti mempunyai kekuatan mejik yang ampuh. Banyak info yang bisa didapatkan – tergantung juga siapa yang kita follow – di linimasa. Tak sedikit loh ya berita yang hits hanya karena cuap-cuap di twitter.

Kita pun udah pada tau beberapa istilah yang digunakan dalam dimensi 140 karakter ini. Salah satunya UNFOLLOW. Kayaknya gue gak perlu juga kali ya ngebahas satu-satu. Tapi gue cuma sedikit berceloteh tentang istilah yang satu ini.

Apa istimewanya dengan istilah ini?

Nah itu dia! Akhir-akhir ini ada sedikit cerita mengenai UNFOLLOW. Kejadiannya gue sendiri yang mengalami.

Berawal dari perdebatan yang sebenarnya gak penting juga. Hanya sebuah pendapat. Toh hak asasi manusia untuk memiliki pendapatnya sendiri. Perdebatan pun dimulai. Namun perdebatan  itu semakin memanas – oleh salah satu pihak dan itu bukan gue – hingga ada sedikit penekanan. Bagi gue sendiri gak masalah ada nada tinggi dalam sebuah debat. Itu wajar lho. Tapi menilai orang “aneh” dalam mengemukakan pendapatnya dalam blog? Ouuch! Anda melewati batas, teman.

Ungkapan “aneh” dengan men-twit-kan tanpa mention ditengah debat? Sikap apa itu? Ah, kalian nilai saja sendiri. Respon keras pun gue utarakan. Hasil? Seperti yang gue tulis dijudul, UNFOLLOW!

Lalu apa salahnya meng-unfollow?

Tak ada yang salah. Tapi jika keputusan unfollow dilakukan ditengah perdebatan dengan partner kerjamu yang notabene adalah sahabatmu, bagaimana menurutmu?

Seorang teman pernah ngetwit yang lebih kurang begini isinya:

“Unfollow bukan berarti Unfriend. Tapi itu sebuah sikap membuang sampah yang ga guna”

Gue 100% setuju! Tapi lihat dulu sikonnya. Jika sikap unfollow dilakukan saat perdebatan berlangsung dan si pelaku unfollow adalah partner kerja yang sekaligus sahabat, itu beda cerita. Sikap unfollow itu mengindikasikan pendapat seseorang yang sedang didebatkan adalah SAMPAH! Dan itu anda telah menyalahi hak asasi manusia, teman.

Dan gue pun mengambil keputusan. It’s OK di unfollow, kita tetap friend tapi TIDAK BEST FRIEND! 😉

“Unfollow aja, paling juga resign”

Yup, itu yang perna ditwitkannya *LOL* Emang gue Resign, tapi gue tetap melaksanakan kewajiban – tanpa menuntut hak –gue sebagai bentuk KOMITMENT! Lalu ANDA?

Persetan dengan apa yang anda pradugakan dan mungkin apa yang telah anda tiupkan kesekitar. Saya tidak peduli. Hanya TUHAN yang tahu 😉

Advertisements

4 thoughts on “UNFOLLOW AJA!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s