Detak nadi (1)

senja

Langit Jakarta sore, suram. Awan kelam merasa betah menyelimuti mentari. Tiupan angin malas menyapu dedaunan kering. Beberapa orang berpakaian serba hitam terlihat berjalan sendu. Mereka menuju ke sebuah pemakaman yang sedang berlangsung. Seorang pendeta tua dengan alkitab di tangannya membacakan doa-doa. Orang-orang hanya bisa menunduk menatap kosong peti mati yang perlahan turun memasuki bumi.

Continue reading Detak nadi (1)